Select Menu

Wisata dan Kuliner

Aneh dan Unik

Hiburan

Gaya Hidup

Serba Seks

Teknologi

Top List

Memakai Pelumas ternyata Bisa Merusak Kualitas Sperma

Serba Unik di Dunia: Memakai pelumas adalah salah satu cara yang dilakukan pasangan untuk membuat seks menjadi semakin menyenangkan. Namun tahukah Anda bahwa pelumas ternyata memberikan efek buruk pada sperma? Berdasarkan penelitian terbaru, pelumas bisa mengurangi kemampuan sperma untuk berenang dan mencapai sel telur.

Memakai Pelumas ternyata Bisa Merusak Kualitas Sperma

Hasil penelitian ini ditemukan oleh peneliti dari State University of New York Upstate Medical University. Mereka melakukan pengamatan terhadap pelumas dan efeknya terhadap sel sperma.

Peneliti menemukan bahwa pelumas bisa menurunkan kualitas sperma hingga 20 persen hanya dalam waktu 30 menit. Bahkan ada pelumas yang bisa menurunkan kemampuan bergerak sperma hingga 75 persen. Hal ini tentunya tak baik karena sperma membutuhkan kemampuannya untuk berenang agar bisa mencapai sel telur.

Meski begitu, kabar baiknya, efek tersebut akan segera hilang jika Anda tak menggunakan pelumas. Ini berarti pelumas tersebut tak memberikan dampak lanjutan atau dampak permanen terhadap kualitas sperma Anda jika Anda tak menggunakannya.

Meski penurunan kualitas sperma tak selalu berarti Anda tak bisa membuat pasangan hamil, namun penurunan kemampuan sperma hingga 50 persen tentunya akan membuat pasangan sulit hamil. Jika Anda berencana untuk segera memiliki momongan, sebaiknya hindari penggunaan pelumas, ungkap Dr Lauren Streicher, seorang ginekolog dari Northwestern Memorial Hospital.

Peneliti juga menekankan bahwa meski menurunkan kualitas sperma, namun bukan berarti pelumas akan bekerja seperti kondom. Pelumas tak bisa digunakan sebagai alat pencegah kehamilan. Karena meski pelumas menurunkan pergerakan sperma, namun hanya dibutuhkan satu sperma yang sampai ke sel telur wanita untuk pembuahan. Jika ingin mencegah kehamilan, tetap gunakan kondom dan jangan merasa aman hanya dengan menggunakan pelumas.




10 Hal untuk Menjaga Kesehatan Vagina Wanita

Serba Unik di Dunia: Tak sedikit wanita yang meremehkan kesehatan dan kebersihan daerah pribadi mereka. Padahal kesehatan vagina juga penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, terutama untuk kesehatan seksual dengan pasangan. Beberapa penyakit seperti infeksi, vagina berbau, dan lainnya bisa merusak kesehatan vagina dan kehidupan seks wanita.

10 Hal untuk Menjaga Kesehatan Vagina Wanita

Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan oleh wanita untuk menjaga kesehatan vagina mereka, seperti dilansir oleh Health Me Up


1. Jangan gunakan sabun
Vagina yang berbau memang bisa memalukan, namun jangan gunakan sabun untuk membersihkan daerah kewanitaan Anda. Terutama dengan sabun cair atau pembersih. Vagina sebenarnya memiliki sistem dan cara untuk membersihkan dirinya sendiri. Terutama, jangan gunakan sabun untuk membersihkan vagina ketika menstruasi. Basuh saja dengan air secara teratur untuk menjaga kebersihannya.


2. Hindari semprotan vagina
Anda mungkin berpikir bahwa menggunakan semprotan alami yang berbau untuk vagina akan memberikan bau wangi pada vagina Anda. Namun faktanya, hal ini bisa merusak pH vagina. Jika hal ini dilakukan terus-menerus, bisa saja vagina Anda mengalami iritasi dan masalah lainnya. Menjaga pH vagina sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi, iritasi, atau masalah lain. Jadi hindari menggunakan semprotan atau pewangi dalam bentuk apapun untuk vagina.


3. Jaga kebersihan saat menstruasi
Menstruasi bisa jadi masa yang sangat merepotkan untuk wanita. Terutama karena mereka harus rajin mengganti pembalut dan membersihkan daerah kewanitaan mereka. Namun hal ini penting untuk menjaga kesehatan vagina. Jangan gunakan pembalut terlalu lama. Pembalut menyerap darah menstruasi dan jika digunakan terlalu lama, bakteri akan segera berkumpul di sana dan menyebabkan iritasi serta rasa gatal.


4. Gunakan celana dalam katun
Dibandingkan bahan lainnya, lebih baik pilih celana dalam yang terbuat dari kain katun. Katun menyerap lebih banyak keringat dan lebih cepat kering, serta memiliki ketebalan yang cukup untuk keluar masuknya udara. Hal ini akan mencegah terjadinya infeksi jamur atau menyebabkan celana dalam menjadi lembap. Hindari menggunakan celana dalam yang terbuat dari bahan sintetis atau sutra. Tak masalah digunakan sesekali, namun tidak ketika Anda aktif berkegiatan setiap hari.


5. Jangan pakai celana ketat
Pilih celana yang tidak terlalu ketat. Celana ketat biasanya akan menahan kelembapan pada kulit dan memicu timbulnya infeksi jamur. Sangat penting bagi wanita untuk memilih pakaian yang tak terlalu ketat dan longgar agar hal ini tak terjadi.


6. Potong rambut pubis
Menjaga kesehatan vagina berarti Anda harus memotong rambut pubis secara teratur. Kelebihan rambut di sekitar vagina akan menyebabkan lingkungan yang terlalu lembap dan bisa memicu tumbuhnya bakteri serta infeksi. Jika Anda tak yakin untuk mencukur rambut kemaluan, Anda bisa memotongnya hingga sangat pendek. Lakukan hal ini secara teratur untuk menjaga kebersihan dan kesehatan vagina.


7. Olahraga kegel
Olahraga kegel diketahui bisa menguatkan otot pelvis dan juga membuat wanita lebih menikmati hubungan seksual. Jika Anda tak menemukan orang untuk berlatih kegel, Anda bisa berlatih sendiri dengan cara yang lebih mudah. Ketika buang air kecil, cobalah untuk menghentikan aliran urine dengan merapatkan otot pelvis selama beberapa detik, kemudian lepaskan. Melakukan hal ini sama dengan berlatih kegel untuk menguatkan otot pelvis.


8. Minum air
Kebersihan dan kesehatan vagina tak hanya dirawat dari luar, melainkan juga dari dalam. Salah satu caranya adalah dengan meminum banyak air. Minum air akan membantu mengeluarkan bakteri yang ada dalam tubuh melalui urine. Ini juga membantu meningkatkan kesehatan vagina Anda.


9. Selalu cek masalah vagina
Menjaga kesehatan vagina juga berarti Anda harus selalu waspada ketika mengetahui ada yang tak beres dengan vagina. Perhatikan hal-hal kecil yang aneh seperti cairan vagina yang berbau, rasa gatal yang berlebihan, atau warna cairan vagina yang tak biasa. Semakin cepat Anda menangkap gejala dan memeriksakannya ke dokter, semakin cepat pula perawatan yang didapatkan. Dengan begitu, vagina akan tetap sehat.


10. Pap smear
Karena kanker serviks saat ini tengah banyak dibahas dan muncul di seluruh dunia, tak ada salahnya untuk selalu waspada. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? Jadi salah satu cara yang bisa dilakukan wanita untuk mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan tes pap smear. Pap smear setidaknya dilakukan setahun sekali bagi wanita yang sudah menikah dan melakukan hubungan seksual. Ini akan sangat membantu Anda, tak hanya untuk menjaga kesehatan vagina, tetapi juga menyelamatkan nyawa sendiri.

Itulah beberapa hal yang harus dilakukan wanita untuk menjaga agar vagina mereka tetap sehat dan bersih. Jika selama ini Anda kurang memperhatikan kesehatan bagian pribadi, ini adalah saat tepat untuk mulai melakukan hal-hal di atas.




3 Cara Jitu memilih Kondom yang Benar

Serba Unik di Dunia: Sebagai alat kontrasepsi atau melakukan hubungan seksual dengan cara aman, kondom dipilih untuk memfasilitasi hal tersebut. Seiring dengan kemajuan dunia media, kondom tersedia dalam berbagai ukuran, ketebalan, dan rasa. Karena banyak pilihan itulah terkadang seseorang bingung untuk memilih kondom yang tepat untuk mereka.


3 Cara Jitu memilih Kondom yang Benar

Berikut adalah panduan memilih kondom yang benar seperti dilansir dari healthmeup.com.


Jangan terlalu kecil
Kondom tersedia dalam berbagai ukuran. Sehingga sesuaikan ukuran tersebut dengan alat kelamin Anda. Menggunakan kondom yang terlalu kecil dapat merobek kondom saat berhubungan seksual.


Jangan terlalu besar
Selain jangan terlalu kecil, juga jangan pilih kondom dengan ukuran yang terlalu besar. Apalagi dapat menciptakan ruang di ujung kondom. Sebab dapat menyebabkan selip saat berhubungan seksual.


Gunakan pelumas berbasis air
Karena sebagian besar kondom berbahan dasar lateks, maka terdapat pelumas ekstra di dalam kondom. Namun bagi Anda yang alergi, sebaiknya pilihlah kondom yang berbahan dasar air. Sebab lebih ramah bagi kulit yang sensitif.


Itulah beberapa cara untuk memilih kondom dengan benar. Semoga informasi tersebut membantu Anda untuk meningkatkan pengetahuan akan berhubungan seks.




5 hal ini yang menyebabkan Wanita tidak bisa Orgasme

Serba Unik di Dunia: Menurut sebuah penelitian, 40% wanita mengalami masalah seksual yang tidak dapat menyebabkan mereka orgasme. Terkadang kebanyakan pasangan mereka disalahkan karena hal ini. Padahal ada beberapa hal yang dapat menyebabkan wanita tidak bisa orgasme ketika berhubungan seksual.

5 hal ini yang menyebabkan Wanita tidak bisa Orgasme

Inilah beberapa hal yang menyebabkan wanita tidak bisa orgasme ketika berhubungan seksual.


1. Alat kontrasepsi
Alat kontrasepsi diciptakan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Namun sayangnya alat tersebut malah dapat mengurangi libido seorang perempuan dan menurunnya kemampuan untuk orgasme.

Para ilmuwan dari Indiana University menemukan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi oral akan mengalami orgasme lebih sedikit dan menurunnya nafsu seksual walaupun mereka berhubungan seks lebih sering.


2. Multitasking
Multitasking tidak hanya berkaitan dengan melakukan aktivitas fisik secara bersamaan dalam satu waktu, namun juga berhubungan dengan pikiran.

Wanita dianugerahi dengan kemampuan untuk memikirkan atau melakukan dua hal secara bersamaan. Dan hal ini terkadang terbawa ketika mereka sedang berhubungan seksual. Akibatnya mereka jadi tidak fokus saat sedang melakukan hubungan seksual dan mereka sulit meraih kepuasan termasuk soal orgasme.


3. Mengonsumsi obat anti depresan
Wanita yang sering mengonsumsi obat anti depresan berpotensi tinggi untuk tidak mengalami orgasme ketika sedang berhubungan seksual.

Hal ini disebabkan karena obat anti depresan meningkatkan kadar hormon serotonin di otak. Hormon ini akan menghambat aksi dopamine yang diperlukan untuk meningkatkan gairah seksual yang kemudian akan mengarah pada menurunnya orgasme.


4. Masalah sirkulasi darah
Pada pria, masalah sirkulasi darah diketahui dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Sebab ereksi sendiri diakibatkan karena meningkatnya aliran darah di dalam penis.

Sedangkan pada wanita, sirkulasi darah yang lancar diperlukan untuk meningkatkan sensitifitas klitoris. Apabila sirkulasi darah tidak lancar, maka klitoris berkurang tingkat sensitifnya. Sehingga mampu menurunkan orgasme.


5. Usia dan berat badan
Kedua hal ini mampu memberikan pengaruh yang buruk untuk kemampuan wanita dalam berorgasme. Sebab ketika usia semakin bertambah, maka tingkat testosteron dalam tubuh wanita akan berkurang dan tentu akan mengurangi kemampuan untuk orgasme.

Kelebihan berat badan pun mampu mempengaruhi kesehatan hormonal juga.


Itulah beberapa faktor yang harus Anda ketahui tentang penyebab dari menurunnya kemampuan wanita untuk orgasme. Semoga bermanfaat!




Berita